Jumat, 01 Februari 2013

Menuju 14-02-2013

Ga ada seorang pun yang bisa nebak apa yang akan terjadi kemudian setelah hari ini dan beberapa hari dibelakangnya. andaikan ada...siapa orangnya? sang peramal? ahli nujub? atau mungkin mbah dukun? sama sekali tidak, mereka pun hanya mengandalkan kemampuan pikiran mereka yang belum tentu benar. 

Sampai dengan detik ini, saya selalu tersenyum membuka memori kurang lebih satu tahun lalu. Itulah, karna kemampuan visual kita lebih hebat dari apapun. Dan satu yang ga mungkin terlupakan, yaitu Tuhan. Saat kita meminta dan tidak terkabul. Ternyata bukan karna Tuhan sulit untuk mengabulkan permintaan kita tapi karna Tuhan sudah persiapkan yang terbaik untuk kita.Tuhan selalu berikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Hal itu yang kadang buat kita dengan semena-mena menghujat Tuhan, karna buat saya rencana Tuhan itu selalu berikan yang  terindah dan janji Tuhan adalah nyata. Tidak akan terlalu cepat dan juga tidak akan terlalu lambat, semua diwaktu yang tepat. 

Begitupun yang terjadi tepat pada tanggal 14 februari 2012 dan beberapa hari sebelumya. Menurut saya beberapa hari sebelum tanggal 14 februari 2012 adalah hari-hari suram saya, tapi setelah saya ada pada titik saat saya bercerita ini, itu bukan hari-hari suram melainkan saat saya diberikan kesempatan untuk mencintai dan mengenali diri saya lebih dalam. Betul juga sih yang disebutkan oleh pepatah sunda, "saacan meunang peurah teh kudu peurih heula". Yaa... kurang lebih seperti itu (kalo saya salah mohon diralat),yang artinya sebelum kita dapatkan hasil yang jauh lebih baik maka kita harus merasakan pedih dulu, - dalam konteks kehidupan apapun - itu yang saya jalani. 


Saya yakin, dari kebanyakan orang mereka ga mau merasakan sakit. Tepatnya sakitnya patah hati. Tapi menurut saya, kalo kita tidak tau bagaimana sakitnya patah hati maka kita belum tentu bisa mencintai orang dengan apa adanya, bukan seadanya ya...Hahahahahahaha... ^.^


Manusia itu berproses, maksudnya lebih pada proses pendewasaan pikiran dan tindakan dari waktu ke waktu dan yang mendewasakan kita sebenarnya adalah masalah (problem solving). Disaat saya menerima rasa pahit patah hati dan saya memutuskan untuk tidak sama sekali memilih lalu mencintai orang yang baru, Tuhan berikan esensi yang berbeda. *tersenyum sesaat*


Tuhan hadirkan sosok yang mendekati sempurna, sosok yang bisa sembuhkan luka hati, sosok yang sederhana namun special. Sosok inilah yang menjadi hadiah paling special pada 14 februari 2012 lalu. Mungkin andai saya tidak melewati 'hari-hari suram' saya dengan ikhlas maka saya tidak akan pernah dapatkan hadiah terindah seperti ini. kebahagiaan itu tercipta dengan tangan kita sendiri, kebahagiaan adalah pilihan. Anda memilih untuk bahagia dengan cara seperti apa? 


Selisih pendapat selalu ada dalam sebuah relasi. Kembali pada pilihan, dengan cara seperti apa kita menghadapi selisih pendapat itu sendiri. Untuk saat ini, saya lebih memilih untuk memilih partner hidup bukan sekedar pendamping hidup. Dan kata 'saling' juga elemen yang menurut saya harus tercipta dalam suatu relasi. Sejak kemarin, hari ini dan  seterusnya saya sudah memilih untuk bahagia bersamamu, heii...14 februari 2012. 

















Tidak ada komentar:

Posting Komentar