Kamis, 07 Februari 2013

Sepatah kata 'maaf' untuk seseorang.

Jam dinding terus berdetak, waktu menunjukkan tepat jam 9 malam di hari ke-tujuh bulan februari. Buat gue setiap hari adalah pelajaran dari Universitas Kehidupan. Ga usah dijelaskan asalannya. Kesalahan di masa lalu sulit untuk dilupakan, beribu kata maaf pun hanya terdengar seperti hembusan angin. Dalam keegoisan gue berkata "wajar setiap manusia punya kesalahan" tapi belum tentu wajar untuk orang lain.

Especially buat lo (seseorang yang pernah anggap gue sebagai seorang teman), adalah tetap seseorang yang pernah hadir dan melukiskan berbagai macam warna di hidup gue, gue bersukur dan berterima kasih untuk setiap waktu yang udah pernah lo luangkan buat gue, untuk semua masukan positif yang pernah lo share buat gue, untuk semua cerita dan pengalaman hidup yang pernah lo percayakan untuk di share ke gue. Sampai detik ini pun gue ngga akan pernah lupa untuk minta maaf atas semua kekhilafan gue, rasa sakit yang lo terima baik sengaja ataupun ngga, semua denial gue tentang persahabatan kita. 


Penyesalan emang selalu datang terlambat, ya? Jujur, sampe detik ini gue masih berharap bisa mengulang waktu tapi sayangnya untuk mundur satu detik pun sama sekali udah ngga bisa. Harapan untuk bisa ketawa lepas, saling sharing, nangis sama-sama akan selalu ada tapi apa mungkin 'drop dead gorgeous' masih bisa bareng lagi? Meskipun mungkin sampai detik ini lo masih belum mau untuk berkomunikasi sama gue...lo ataupun 'drop dead gorgeous' selalu hidup dalam memori gue. 


Sampai kapan pun gue akan selalu berharap tapi ngga akan berharap-harap. Dan sampai kapan pun gue akan selalu meminta maaf dari lo tapi pun ngga akan pernah meminta-minta. Cukup Tuhan yang tau bahwa maaf gue tulus dari hati terdalam. Saat kata 'maaf' ini udah ngga lagi berharga buat lo maka saat itu juga gue akan berhenti. Sekarang ini kita memang udah dalam kesibukan yang berbeda dan pasti dengan dunia yang berbeda, dimana pun lo berada...Gue yakin Tuhan pasti sampein 'maaf' gue. 





2 komentar: