Selasa, 26 Februari 2013

Warna Kehidupan

Jujur...baru sekarang aku ngerasa sangat menikmati hidup. Seiring berjalan waktu, bertambahnya usia, kematangan dalam berpikirpun udah mulai bertambah. Yap, kita ini didewasakan oleh masalah, problem solving dan emotional management. Saat aku hirup udara detik ini adalah titik dimana aku ngerasa kembali bersukur untuk nikmat hidup yang tiada tara ini. Dengan lantunan lagu Mariah Carey - My All yang mendayu-dayu, pengen banget aku teriak...tiba-tiba aku ngerasa selepas dan seringan ini menjalani hidup. 

Punya sahabat yang care, dalam arti mereka tau saat aku ngerasa sedih, marah, seneng, ataupun kecewa. mereka punya cara masing-masing untuk hadapin aku dan kehidupanku yang cukup complicated. Tanpa berkomitmen untuk selalu ada, untuk selalu ngabisin waktu bareng dimana pun...mereka selalu ada, itu yang namanya sabahat, kami cuma dipersatukan dengan kebiasaan yang hampir sama meskipun beberapa hal cenderung beda. 

Kan tadi aku udah bilang bahwa kehidupan aku complicated. Tanpa ngurangin rasa hormat ke ortu dan sama sekali tidak berniat untuk membeberkan kekurangan keluarga sendiri, aku adalah salah satu yang kurang beruntung memiliki seorang ayah yang kurang perhatiin anggota keluarganya. Karna aku anak pertama, berasa PR banget tanggung jawab atas ade dan mama. Sebisa mungkin sebelum aku melangkahkan kaki terlalu jauh untuk hidup aku sendiri, minimal cuma pengen liat mama hidup tenang tanpa beban punya suami yang kurang perhatian kaya papa, minimal cuma pengen liat ade lulus SMA dan lanjutin sesuai keinginan dia tanpa ada tekanan-tekanan dahsyat dari mama yang memang cukup keras. Bagaimana pun juga ini adalah warna kehidupan. Tanpa mereka aku ga mungkin sekuat sekarang untuk bisa duduk tanpa beban menuliskan cerita yang sebenarnya sulit untuk diungkapkan. Mereka juga merupakan salah satu tujuan aku hidup, doa mereka selalu menghiasi hari-hariku. 

Lalu, sekarang aku bersama kamu. Iya kamu, kamu orang yang satu-satunya memiliki relung hati ini. Kehadiran kamu adalah perubahan buat aku, hidup aku dalam berpikir, dalam menganalisa permasalahan apapun itu, untuk selalu mengingat Tuhan dalam setiap hela nafas kita, kamu sangat buat aku tenang dan memang ketenangan yang sejak dulu aku cari. Mengingat kamu itu indah, selalu terasa seperti baru berkenalan. Memandangi kamu itu nyaman, senyaman aku memandangi hamparan langit biru yang luas, selalu ada kemana pun aku melangkah. Saat bersamamu itu tenang, kehidupan ini bisa dianalogikan seperti permainan puzzle yang harus dirangkaikan satu dengan yang lainnya sehingga membuat suatu kesatuan yang asri. Begitu pun saat dengan kamu, seperti sudah ditetapkan sejak dulu namun baru dipersatukan sekarang. 

Aku selalu ngerasa nyaman saat malam datang, hampir 8 jam aku habiskan waktu dikantor dan saat malam datang merupakan saat paling indah dimana aku bisa melepas lelah dan mengisi sisa hidupku bersama kamu. Kamu yang mengajarkan aku ketulusan dalam berelasi. Tanpa menjadikan kamu sebagai center, kamu adalah bagian tujuan hidup aku juga. Aku cuma ingin menata hidup aku untuk jauh lebih baik lagi dan itu pastu, lalu merangkai kebahagiaan denganmu. Tuhan sudah sangat adil, sebelumnya aku hanya mengenal hitam dan putihnya kehidupan tapi saat Tuhan menghadirkan kamu sebagai hadiahNya yang paling indah, aku mulai mengenal berbagai warna kehidupan. 

Kamis, 07 Februari 2013

Sepatah kata 'maaf' untuk seseorang.

Jam dinding terus berdetak, waktu menunjukkan tepat jam 9 malam di hari ke-tujuh bulan februari. Buat gue setiap hari adalah pelajaran dari Universitas Kehidupan. Ga usah dijelaskan asalannya. Kesalahan di masa lalu sulit untuk dilupakan, beribu kata maaf pun hanya terdengar seperti hembusan angin. Dalam keegoisan gue berkata "wajar setiap manusia punya kesalahan" tapi belum tentu wajar untuk orang lain.

Especially buat lo (seseorang yang pernah anggap gue sebagai seorang teman), adalah tetap seseorang yang pernah hadir dan melukiskan berbagai macam warna di hidup gue, gue bersukur dan berterima kasih untuk setiap waktu yang udah pernah lo luangkan buat gue, untuk semua masukan positif yang pernah lo share buat gue, untuk semua cerita dan pengalaman hidup yang pernah lo percayakan untuk di share ke gue. Sampai detik ini pun gue ngga akan pernah lupa untuk minta maaf atas semua kekhilafan gue, rasa sakit yang lo terima baik sengaja ataupun ngga, semua denial gue tentang persahabatan kita. 


Penyesalan emang selalu datang terlambat, ya? Jujur, sampe detik ini gue masih berharap bisa mengulang waktu tapi sayangnya untuk mundur satu detik pun sama sekali udah ngga bisa. Harapan untuk bisa ketawa lepas, saling sharing, nangis sama-sama akan selalu ada tapi apa mungkin 'drop dead gorgeous' masih bisa bareng lagi? Meskipun mungkin sampai detik ini lo masih belum mau untuk berkomunikasi sama gue...lo ataupun 'drop dead gorgeous' selalu hidup dalam memori gue. 


Sampai kapan pun gue akan selalu berharap tapi ngga akan berharap-harap. Dan sampai kapan pun gue akan selalu meminta maaf dari lo tapi pun ngga akan pernah meminta-minta. Cukup Tuhan yang tau bahwa maaf gue tulus dari hati terdalam. Saat kata 'maaf' ini udah ngga lagi berharga buat lo maka saat itu juga gue akan berhenti. Sekarang ini kita memang udah dalam kesibukan yang berbeda dan pasti dengan dunia yang berbeda, dimana pun lo berada...Gue yakin Tuhan pasti sampein 'maaf' gue. 





Jumat, 01 Februari 2013

Menuju 14-02-2013

Ga ada seorang pun yang bisa nebak apa yang akan terjadi kemudian setelah hari ini dan beberapa hari dibelakangnya. andaikan ada...siapa orangnya? sang peramal? ahli nujub? atau mungkin mbah dukun? sama sekali tidak, mereka pun hanya mengandalkan kemampuan pikiran mereka yang belum tentu benar. 

Sampai dengan detik ini, saya selalu tersenyum membuka memori kurang lebih satu tahun lalu. Itulah, karna kemampuan visual kita lebih hebat dari apapun. Dan satu yang ga mungkin terlupakan, yaitu Tuhan. Saat kita meminta dan tidak terkabul. Ternyata bukan karna Tuhan sulit untuk mengabulkan permintaan kita tapi karna Tuhan sudah persiapkan yang terbaik untuk kita.Tuhan selalu berikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Hal itu yang kadang buat kita dengan semena-mena menghujat Tuhan, karna buat saya rencana Tuhan itu selalu berikan yang  terindah dan janji Tuhan adalah nyata. Tidak akan terlalu cepat dan juga tidak akan terlalu lambat, semua diwaktu yang tepat. 

Begitupun yang terjadi tepat pada tanggal 14 februari 2012 dan beberapa hari sebelumya. Menurut saya beberapa hari sebelum tanggal 14 februari 2012 adalah hari-hari suram saya, tapi setelah saya ada pada titik saat saya bercerita ini, itu bukan hari-hari suram melainkan saat saya diberikan kesempatan untuk mencintai dan mengenali diri saya lebih dalam. Betul juga sih yang disebutkan oleh pepatah sunda, "saacan meunang peurah teh kudu peurih heula". Yaa... kurang lebih seperti itu (kalo saya salah mohon diralat),yang artinya sebelum kita dapatkan hasil yang jauh lebih baik maka kita harus merasakan pedih dulu, - dalam konteks kehidupan apapun - itu yang saya jalani. 


Saya yakin, dari kebanyakan orang mereka ga mau merasakan sakit. Tepatnya sakitnya patah hati. Tapi menurut saya, kalo kita tidak tau bagaimana sakitnya patah hati maka kita belum tentu bisa mencintai orang dengan apa adanya, bukan seadanya ya...Hahahahahahaha... ^.^


Manusia itu berproses, maksudnya lebih pada proses pendewasaan pikiran dan tindakan dari waktu ke waktu dan yang mendewasakan kita sebenarnya adalah masalah (problem solving). Disaat saya menerima rasa pahit patah hati dan saya memutuskan untuk tidak sama sekali memilih lalu mencintai orang yang baru, Tuhan berikan esensi yang berbeda. *tersenyum sesaat*


Tuhan hadirkan sosok yang mendekati sempurna, sosok yang bisa sembuhkan luka hati, sosok yang sederhana namun special. Sosok inilah yang menjadi hadiah paling special pada 14 februari 2012 lalu. Mungkin andai saya tidak melewati 'hari-hari suram' saya dengan ikhlas maka saya tidak akan pernah dapatkan hadiah terindah seperti ini. kebahagiaan itu tercipta dengan tangan kita sendiri, kebahagiaan adalah pilihan. Anda memilih untuk bahagia dengan cara seperti apa? 


Selisih pendapat selalu ada dalam sebuah relasi. Kembali pada pilihan, dengan cara seperti apa kita menghadapi selisih pendapat itu sendiri. Untuk saat ini, saya lebih memilih untuk memilih partner hidup bukan sekedar pendamping hidup. Dan kata 'saling' juga elemen yang menurut saya harus tercipta dalam suatu relasi. Sejak kemarin, hari ini dan  seterusnya saya sudah memilih untuk bahagia bersamamu, heii...14 februari 2012.